Saturday, March 2, 2019

Politik Indonesia yang Menghancurkan Lingkungan

Politik Indonesia yang Menghancurkan Lingkungan
Indonesia vs Politik
#iken Episode 1

-|-

"Jika calon pejabat atau petinggi pemerintah serta relawannya  tidak peduli dengan hal detail yang cukup berdampak seperti ini, Apakah mereka akan peduli dengan nasib penduduk kecil seperti kita yang tidak memiliki kuasa apapun?"

Assalamua'laikum teman-teman. Aman aja kan kondisinya?

Kembali lagi nih di blog Muabeyond. Kali ini muabeyond akan memulai sesi baru, yaitu #iken. Dimana di sesi #iken ini, muabeyond akan membuat sebuah opini tentang topik yang sifatnya super subjektif dan kontroversial karena cuman berasal dari sudut pandang yang muabeyond ingin bahas serta sudut pandang orang dari luar. Oleh karena itu, teman-teman yang ingin membantah dan berdiskusi, boleh banget buat komen dan melakukan counter argument dari setiap kalimat yang Muabeyond tulis.

Seru ya kelihatannya? Oke, langsung aja.

Setiap 5 tahun, Indonesia akan menjadi tahun politik. Tahun 2019 pun mungkin saja bisa menjadi salah satu tahun politik paling panas yang ada didalam sejarah Indonesia. Namun, di pembahasan kali ini, Muabeyond tidak akan membahas tentang politik secara umum tapi praktik politik yang nyatanya sangat dekat dengan menghancurkan lingkungan. Mari kita bahas.

Setiap tahun politik datang, para peserta ajang pemilihan akan sangat gencar melakukan kampanye dimana-mana dengan berbagai media apapun. Hal yang paling mencolok adalah penggunaan banner dan poster yang di letakkan di banyak tempat. Hal yang paling menyebalkan adalah banner dan poster yang dipasang tersebut kebanyakan besar tidak memiliki izin sehingga dipasang secara illegal. Tidak hanya membuat pemandangan menjadi tidak nyaman dengan baliho serta poster tersebut, namun nyatanya praktik pemasangan ini juga berpotensi merusak lingkungan yang telah bertahun-tahun dilakukan oleh para calong anggota DPR, DPRD, pejabat bahkan tingkat presiden sekalipun. Ko bisa, ya?

Pertama, merusak keindahan kota. Mungkin bagi sebagian orang, tata kota dan keindahan kota tidak termasuk kedalam kategori lingkungan. Tetapi, Muabeyond secara pribadi mempunyai pendapat yang berbeda. Keindahan kota termasuk dari lingkungan! Dan baliho atau poster yang dipasang benar-benar menghancurkan aspek yang pertama ini. Bagaimana tidak, di beberapa kota dan daerah di Indonesia, pemasangan atribut atribut tersebut tidak memiliki izin dari daerah tersebut. Entah memang didaerah tersebut tidak memiliki peraturan yang jelas tentang pemasangan baliho atau poster atau memang si pemasang tidak mau tahu tentang aturan tersebut.

Bayangkan saja, pemasangan atribut atribut tersebut berada diantara pepohonan, ditiang listrik, di dinding rumah penduduk, atau bahkan ditempat yang mungkin tidak terbayangkan oleh penduduk.

Selama memiliki izin, dimanapun diletakkan, Muabeyond tidak akan berkomentar karena pastinya itu tanggung jawab daerah tersebut dan jika masih hancur kondisinya, maka yang perlu dikomentari adalah pemberi izin pemasangan atribut tersebut. Tapi jika tidak memiliki izin, mungkin sebaiknya para simpatisan dari calon tersebut ditiadakan saja.

Kedua, pemasangan poster atau baliho di pohon dengan menggunakan paku. Hal ini mungkin terlihat sepele bagi beberapa orang. Bahkan ada saja oknum-oknum yang tidak akan terjadi apa-apa dengan pohon apabila dipaku.

Namun, semua stigma itu salah. Pohon yang dipaku punya kesempatan besar menjadi rusak dan dikemungkinan terburuknya sampai mati. Hal ini terjadi dikarenakan paku biasnaya berbahan besi yang dengan mudah bisa menghasilkan karat sedangkan pohon merupakan makhluk hidup. Seperti manusia, apabila benda asing masuk kedalam tubuh pohon, maka akan ada gangguan dengan pohon. Walau banyak pohon yang bertahan hidup, tapi hal ini bukan jadi alasan untuk kita dengan bebas melakukan percobaan perusakan pohon yang sudah hidup lama.

Ketiga, sampah yang dihasilkan oleh sisa dari baliho dan poster tidak diurus. Walaupun terdapat peraturan bahwa pada saat waktu tenang sebelum pemilu dilakukan seluruh atribut politik harus dibersihkan, namun fakta dilapangan berbeda. Banyak sekali atribut yang dibiarkan begitu saja selama berbulan-bulan bahkan hingga pemilihan nya selesai. Para simpatisan dan calon-calon pejabat yang tidak tahu terpilih atau tidak, enggan untuk membersihkan atribut milik mereka. Akibatnya, atribut yang dibiarkan ini menjadi sampah di jalanan dan mengotori lingkungan sekitar. Padahal pada poster dan baliho yang akhirnya menjadi sampah tersebut, terdapat banyak zat kimia yang digunakan (tinta dan lainnya) yang sebenarnya sangat tidak cocok dengan lingkungan. Terlebih lagi, sampah yang muncul ini bisa saja menjadi potensi dalam pencemaran lingkungan.

Itulah bukti subjektif yang Muabeyond ingin sampaikan tentang politik Indonesia yang nyatanya perlahan menghancurkan lingkungan. Jika calon pejabat atau petinggi di pemerintah serta relawannya tidak peduli dengan hal detail yang cukup berdampak seperti ini, Apakah mereka akan peduli dengan nasib penduduk kecil seperti kita yang tidak memiliki kuasa apapun?

Saya pribadi tidak yakin hal itu dapat terjadi. Selagi masih ada waktu, cermatlah memilih pemimpin mana yang akan peduli dengan hal-hal kecil seperti lingkungan sekitar.

Sekian aja dari sesi #iken episode kali ini. Muabeyond mohon maaf apabila terlihat sangat serius dan menggebu-gebu. Hal ini dikarenakan, ini adalah salah satu isu yang muabeyond ingin sampaikan agar mungkin ada yang mempunyai pikiran yang sama dengan Muabeyond.

Semoga artikel ini bermanfaat buat teman-teman. Sampai jumpa di artikel selanjutnya =D
Oh ya, kunjungi juga Youtube Muabeyond dan Instagram Muabeyond untuk konten dan banyak hal lainnya =)


EmoticonEmoticon