Sunday, November 17, 2019

Tersesat



Daun berguguran, suara burung berkicau, aktifnya anak anak bermain menemaniku renungan sore di tengah taman ini. Sekarang sudah musim gugur. Musim yang melambangkan perubahan dan persiapan. Bagaimana tidak? Pohon-pohon mulai menggugarkan daunnya, alami, mengetahui musim berat dingin akan datang.

Iri. Hanya itulah kata yang bisa kukatakan. Bahkan tumbuhan yang tidak Allah berikan nikmat seperti manusia, paham tentang waktunya dan nempersiapkan masa depannya. Pepohonan tahu bahwa musim berganti dan ada hal hal yang harus dipersiapkan dan dilalui.

Tetapi, aku. Lihatlah aku. Duduk terdiam, mengamati indahnya warna merah pepohonan ini, tanpa tahu arah dan apa tujuan ku kedepan. Ketika kudengar temanku yang lebih muda 2 tahun sedang menjalani studi PHD nya di belanda, ketika sahabat baikku sedang persiapan menyelesaikan studi master nya di eropa atau pun teman dekatku yang berhenti bekerja untuk mempersiapkan studi masternya di jepang, aku hanya bisa terdiam.

Aku tidak mengatakan bahwa tujuan hidupku adalah melanjutkan studi. Bukan. Jelas bukan. Namun ada hal hal yang kuinginkan yang mereka miliki. Rasa haus untuk belajar dan kemampuan memahami diri sendiri milik mereka rasanya ingin aku curi.

Geram.

Apakah aku akan terus hilang dalam lingkaran tak berujung? Seperti air yang mengalir tanpa tahu tujuan akhirnya, akan kah pergi menjelajahi lautan atau terjebak dalam kubangan lumpur yang kotor.

Apakah waktu ku akan datang? Untuk keluar dari rasa ketersesatan ini?

Osaka, November 2019

1 comment:

  1. Aku merekomendasikan buku "Jika Kita Tak Pernah Menjadi Apa-Apa" atau " What's So Wrong About Your Life". Maybe it can help you, even just a little bit

    ReplyDelete


EmoticonEmoticon