Friday, June 5, 2020

BELAJAR DARI RESIDENCE CARD JEPANG : SEBUAH INSPIRASI DESAIN

BELAJAR DARI RESIDENCE CARD JEPANG : SEBUAH INSPIRASI DESAIN

-



Assalamu’laikum sob! Semoga sehat selalu ya.

Kalau berbicara tentang desain produk, sudah tidak bisa dielakkan bahwa Jepang bisa dijadikan referensi utama. Serius! Kalau teman-teman pergi ke Jepang atau pun membeli barang-barang buatan Jepang, bisa dilihat bahwa mayoritas desain produk di Jepang sangat memperhatikan detail dan fungsionalitas. Hal ini juga yang membuat saya ingin menulis tentang belajar desain di tulisan ini walaupun saya pribadi tidak mempunyai latar belakang desain. Tanpa menunggu lebih lama, kita mulai masuk ke pembahasan utama : Belajar dari kartu tanda penduduk asing.

Bagi warga negara Jepang, sejatinya mereka tidak mempunyai kartu tanda penduduk. Oleh karena itu, biasanya surat izin mengemudi (unten menkyoshou/運転免許証) atau passport lah yang digunakan sebagai sarana verifikasi. Kadang kala juga dapat menggunakan Resident Card (juuminhyou/住民票) yang bentuknya mirip dengan kartu keluarga. 

Tapi, hal yang berbeda dengan warga negara asing. Setiap warga negara asing yang tinggal lebih dari 3 bulan di Jepang, akan mendapat kartu tanda penduduk (zairyuu kaado/在留カード). Tentu saja, mirip dengan kartu tanda penduduk di Indonesia, Residence card untuk negara asing mengandung beberapa informasi seperti, nama, jenis kelamin, kewarganegaraan, Jenis visa dan informasi lainnya. 

Ada satu hal yang sangat menarik untuk dibahas, yaitu kolom informasi untuk alamat rumah pada Residence card. Informasi seperti nama, jenis kelamin, tanggal lahir dan informasi lainnya merupakan informasi yang sangat kecil kemungkinan diubah. Oleh karena itu, informasi ini dicetak permanen pada Residence card

Namun, informasi alamat rumah tidak dicetak permanen dan mempunyai kolom pribadi untuk diisi. Hal ini bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

 


Tentu saja hal ini menjadi menarik karena memang alamat rumah adalah hal yang bisa berubah secara dinamis. Apalagi sistem surat di Jepang yang cukup modern dan retro secara bersamaan membuat hal ini menjadi sangat penting. Untuk hal ini kita bahas di tulisan lainnya.

Namun, hal ini sangat baik apabila juga diterapkan di Indonesia. Seperti yang kita ketahui, jika dibandingkan dengan kartu tanda penduduk di Indonesia, semua informasi yang tertera dicetak secara permanen. Karena proses pembuatan kartu tanda penduduk yang cukup rumit apabila terdapat informasi yang berubah (contoh: alamat), banyak orang yang akhirnya tidak mengubah informasi yang ada pada kartu tanda penduduk. 

Padahal, apabila kita pindah ke tempat baru, katakan lah pindah untuk belajar di universitas, bekerja, dan atau kegiatan lainnya yang membutuhkan waktu lama, maka sebenarnya alamat tempat tinggal pun bisa dikatakan berubah. 

Memang, jika dilihat secara sekilas, tidak ada perbedaan yang kontras jika membandingkan kartu tanda penduduk Indonesia yang ada saat ini dan konsep dari residence card nya penduduk asing di Jepang. Walau sebenarnya hal ini pun dipengaruhi oleh kurangnya kesadaran akan pentingnya informasi kependudukan yang ada di masyarakat saat ini. Topik ini juga akan saya bahas di tulisan yang lain.

Hal detail seperti inilah yang kurang diperhatikan pada saat mendesain kartu tanda penduduk di Indonesia. Bayangkan, jika alamat pada kartu tanda penduduk dapat diubah sesuai dengan tempat menetap, maka penggunaan kartu tanda penduduk sebagai sarana konfirmasi akan lebih valid dibandingkan dengan konsep yang ada saat ini. Hal ini lah yang membuat saya cukup tertarik untuk membahas inspirasi desain dari residence card untuk warga negara asing di Jepang.

Sekian dari saya, sampai jumpa di tulisan selanjutnya.


EmoticonEmoticon